Profesor perguruan tinggi ditangkap karena memasang video perkelahian viral di jalan Jakarta yang sibuk

net2han.biz

Sebuah video viral yang diambil di Jakarta menunjukkan apa yang tampak seperti perkelahian jalanan yang dikoreografikan dengan baik ternyata seperti itu, dengan polisi menangkap beberapa pencari media sosial untuk melakukan pertarungan palsu.

Video dimulai dengan empat pria bertampang preman yang sedang bertampang dengan seorang pria berpakaian bagus saat mereka melintasi Jalan MH Thamrin yang sibuk di siang hari bolong. Sebelum perkelahian pecah, pria berpakaian bagus itu berhasil menangkal para penyerangnya dengan beberapa blok kuat lengan-gaya sayap chun.

Video, yang dilaporkan diambil Selasa lalu, pada awalnya diunggah di Instagram oleh akun agregator virus @ peduli.jakarta dan segera menjadi viral.

Kemarin, Polisi di Menteng, Jakarta Pusat menangkap pria berpakaian bagus itu, yang diidentifikasi sebagai profesor perguruan tinggi dengan inisial FG, serta muridnya, seorang wanita yang diidentifikasi sebagai YA.

Keduanya ditangkap dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum dengan menyebarkan informasi yang salah, yang, berdasarkan hukum Indonesia, dijatuhi hukuman maksimal sepuluh tahun.

Kepala Kepolisian Menteng Guntur Muhammad Thariq mengatakan FG menyewa empat pengemudi becak di daerah ⁠ — diidentifikasi dengan inisial mereka D, BI, AS, dan AW ⁠ — untuk berpura-pura menyerangnya untuk video tersebut. Pengemudi dibayar Rp500 ribu  untuk masalah mereka dan masih harus dilihat apakah mereka akan dikenakan biaya sebagai kaki tangan.

“Muridnya YA merekam pertarungan. Para tersangka ingin menciptakan kesan bahwa Jakarta tidak aman dan rentan terhadap kegiatan kriminal, ”kata Guntur, seperti dikutip kantor berita pemerintah Antara.

FG kemudian mengirim video ke @ peduli.jakarta, yang memiliki lebih dari 83.000 pengikut, untuk membuatnya menjadi viral untuk sejumlah kecil Rp50 ribu.

FG mengaku kepada polisi bahwa ia menciptakan video pertarungan palsu untuk meningkatkan popularitasnya di media sosial.

“Video itu untuk konten [media sosial]. Pertarungannya adalah seni bela diri wing chun, ”kata FG.